Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Kenapa Kawasaki Ninja 150L Bisa Begitu Stabil??

 

Puas sudah mengekplorasi kehandalan Ninja 150 L. Berbagai kondisi IWB lalui, mulai dari rute lancar, macet parah….panas yang menyengat hingga cuaca dinginnya tengah malam Jakarta-Depok. Semua terkupas habis tanpa sisa. Namun, dari sekian respon yang ditunjukkan, satu yang menarik perhatian IWB yakni kestabilan. Yup…untuk ukuran naked bike, motor ini begitu anteng diajak lari hingga 160km/jam (speedo) tanpa goyang atau ngambang. Padahal kalau boleh jujur….ban yang disematkan jauh dari memadai!!

KMI hanya membekali siSKIP engine dengan ban tube type IRC NR25 berukuran 2.75-17 (depan) dan belakang 3.00-18. Karet bundar tersebut identik dengan yang dipakai oleh Honda Megapro lawas IWB dulu. So dalam pandangan pribadi….sebenarnya kompon serta tipe ban lebih cocok untuk turing bike ketimbang pure motorsport seperti Ninja 150L yang agresif dan liar. Makanya dalam beberapa kasus….khususnya “panic brake”, ban terasa kedodoran (ngesot) tidak mampu melayani kehandalan rem. Untungnya…kekurangan performa ban tertutupi oleh sasis racikan Kawasaki. Mau sampeyan geber hingga batas kecepatan, stang tetap anteng. Hempasan angin dari depan dibelah sempurna tidak ada keluhan. Suatu demonstrasi mengherankan jika kita menilik ban yang disandang. Faktor itulah yang menggelitik IWB untuk coba menganalisa…

Ninja150L memang paket yang sempurna. Insinyur Kawasaki sudah memperhitungkan sedemikian rupa meracik frame handal dalam meredam liarnya accelerasi 2 stroke engine. Tidak ada yang bisa mengingkari rigid-nya sasis ditambah suspensi monoshok Uni-Trak membuat rebound smooth dan halus walau pada kecepatan diatas 100km/jam sekalipun. Sumbangsih wheelbase yang mencapai 1.303mm juga turut andil handling Ninja. Tapi…sebenarnya ada satu yang mempengaruhi secara signifikan kestabilan motor berbanderol 25jutaan ini ketika kita pacu pada kecepatan tinggi. Opo kuwi?? yakni distribution weight!!….

.

Yup….porsi bobot bagian depan menjadi kunci lain diluar yang telah kita sebutkan tadi. Insinyur geng ijo sepertinya berusaha agar ketika digeber pada high speed….ban depan tetap nancap diaspal. Hal ini memungkinkan jika mereka mampu mengatur distribusi berat sedemikian rupa. Sebagai informasi, makin kencang motor kita pacu….maka pada titik tertentu kendaraan akan terangkat beberapa milimeter dari seharusnya. Hal itu akan terus bertambah seiring speed dinaikkan. Efeknya….tapak ban yang bersinggungan keaspal bakal berkurang. Makanya jangan heran handling motor biasanya akan ngedrop ketika kita pacu pada kecepatan tinggi. Hebatnya…penurunan kestabilan tidak terlalu terasa pada Ninja 150L. Kenapa??…

Sisi depan mendapatkan porsi lebih dari segi bobot. Monggo sampeyan perhatikan dengan seksama……rasakan ketika kita menuntun motor ini, antep dibagian depan. Selain konstruksi itu sendiri, lingkar pelk juga dibuat untuk mendukung tujuan tersebut. Insinyur Kawasaki membekali pelk depan 17 inch dan belakang 18 inch….cukup unik. Dan tentu saja semua bukan tanpa maksud kecuali mendapatkan downforce maksimum. Sebuah langkah brilian yang diaplikasikan kemotor produksi massal. Lho terus kenapa motor lain tidak mengikuti langkah serupa agar handling seperti Ninja 150L??….

Tidak sesederhana itu. Konstruksi merupakan satu paket komplit tak terpisahkan. Disana ada perhitungan jlimet yang hanya diketahui oleh para insinyur masing-masing pabrikan. Terbukti IWB pernah mengaplikasikan pelk berbeda ukuran keMegy lawas, hasilnya kontrol malah mawut ora karu-karuan . So….kenapa Ninja 150L begitu stabil?? distribution weight adalah kunci lain diluar kehandalan sasis serta suspensi itu sendiri. No doubt!!...

source :iwanbanaran.com

Sabtu, 18 Februari 2012

Cara Kerja Pintu Otomatis



Pintu otomatis dapat bekerja untuk membuka dan menutup secara otomatis dengan menggunakan teknologi sensor. Sensor merupakan suatu perangkat yang dapat mendeteksi keberadaan seseorang atau objek lainnya ketika orang atau objek tersebut mendekati pintu otomatis. Biasanya, sensor-sensor tersebut akan diletakkan di sekitar pintu otomatis. Sensor-sensor ini juga akan diletakkan di kedua sisi yaitu sisi dalam dan sisi luar pintu otomatis tersebut, sehingga pintu otomatis dapat bekerja dari kedua sisi. Sensor kemudian akan mengaktifkan sistem yang akan menggerakkan motor yang akan membuka dan menutup pintu otomatis.


Kamis, 09 Februari 2012

Cara Pembuatan Senapan M16

M16 Riffle atau Rifle atau senapan kaliber 5,56 mm, M16merupakan sebutan militer Amerika Serikat untuk senjata 15 AR. Colt membeli hak atas-AR 15 dari ArmaLite dan saat ini menggunakan sebutan hanya untuk versi semi-otomatis dari senapan M16 Riffle. M16 Riffle dapat menghasilkan efek shock hidrostatik yaitu efek ketika dampak peluru pada kecepatan tinggi terkena dalam jaringan tubuh sehingga menyebabkan fragmentasi dan kecepatan transfer energi

Sejarah M16 Riffle

M16 Riffle digunakan untuk perang hutan di Vietnam Selatan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1963, dan menjadi senjata standar Amerika Serikat dan menggantikan senapan M14 saat Perang Vietnam pada tahun 1969.
Tentara AS menggunakan senjata M14 pada saat di Conus , Eropa , dan Korea Selatan hingga tahun 1970. Namun saatejak Perang Vietnam, senjata Riffle M16 telah menjadi senjata utama infanteri senapan dari militer AS. Dengan variannya, telah digunakan oleh 15 negara NATO. M16 Riffle sekarang diganti dengan karabin M4 series pada tahun 2010.

Foto Pabrik Pembuatan M16 Riffle


M16 (Senapan lebih formal, Kaliber 5,56 mm, M16) adalah sebutan militer Amerika Serikat untuk AR-15 senapan. Colt membeli hak untuk AR-15 dari ArmaLite dan saat ini menggunakan bahwa penunjukan hanya untuk semi-otomatis versi senapan. M16 senapan yang menembakkan peluru 5.56x45mm dan dapat menghasilkan melukai dan hidrostatik besar efek kejutan ketika peluru dampak pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi dan kecepatan transfer energi. [3] [4] [5] Namun, efek terminal dapat menjadi tidak mengesankan ketika peluru gagal yaw atau fragmen dalam jaringan.


The M16 masuk layanan Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai M16A1 dan dikerahkan untuk perang hutan di Vietnam Selatan pada tahun 1963, [6] menjadi senapan standar Amerika Serikat dalam Perang Vietnam dengan 1969; [7] menggantikan senapan M14 dalam peran tersebut. Angkatan Darat Amerika Serikat mempertahankan M14 di Conus, Eropa, dan Korea Selatan sampai 1970. Sejak Perang Vietnam, keluarga senapan M16 telah menjadi senapan infanteri utama dari militer AS. Dengan varian, telah digunakan oleh

15 negara NATO, dan senjata api yang paling diproduksi dalam kaliber.




M16 adalah senapan serbu buatan Amerika Serikat. M16 menggunakan peluru 5.56 x 45 mm NATO. Senapan ini digunakan sebagai senapan serbu utama yang di pakai infanteri Amerika Serikat sejak 1967. M16 juga dipakai oleh 15 negara NATO lainnya, dan merupakan senapan berkaliber 5.56 mm yang paling banyak diproduksi.





M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar. M16 dibuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit.

Ada empat versi utama dari M16. Yang pertama adalah M16, yang diikuti oleh M16A1, yang menggunakan peluru U.S. M193/M196. M16 ini bisa ditembakan pada pilihan semi-otomatis maupun full-otomatis. Yang kedua adalah M16A2, yang mulai dipakai sekitar tahun 1980. M16A2 menggunakan peluru M855/M856 yang didesain Belgia (dan kemudian dijadikan standar NATO 5.56 x 45 mm). M16A2 bisa menembak semi-otomatis dan burst tiga butir. Yang terakhir adalah M16A4, yang menjadi standar untuk Marinir AS pada Operasi Pembebasan Irak, menggantikan M16A2
























Pada tahun 1954 perusahaan senjata Eugene Stoner, ArmaLite, ikut dalam tender pemilihan senapan penganti M1 Garand. Senapan yang mereka buat adalah senapan AR-10. AR-10 termasuk canggih kalau dibandingkan dengan senapan lain yang dites. Dengan berat 900 gram lebih ringan dari yang lain, akurasinya juga tidak kalah. Tetapi, senapan ini telat dikirim untuk pengetesan pada tahun 1956, pada saat itu, pengetesan senapan lain sudah masuk pada tahun ke-2, dan AR-10 adalah senapan baru diantara senapan-senapan yang sudah dikembangkan secara lebih dalam. Dan pada tahun 1957 dalam penegetesan, laras prototip AR-10 pecah, yang langsung mengakibatkan ditolaknya rancangan AR-10 ini. Pada akhirnya senapan yang diterima adalah rancangan T44, yang diberi nama M14. Walau begitu, ArmaLite nantinya akan mengembangkan senapan baru yang dibuat berdasarkan senapan AR-10 ini.


Adopsi M16

 
Senapan M16A1.



 
M16A2 dengan pelontar granat M203.



Pada November 1964, AD Amerika Serikat memesan 85.000 AR-15 yang dimodifikasi, dan diberi nama XM16E1, untuk percobaan. AU Amerika Serikat juga memesan 19.000 yang tidak dimodifikasi, diberi nama M16. Dan setahun kemudian AU secara resmi menerima M16 pertama.

Setelah itu AD Amerika Serikat mulai mempersenjatai infanteri dengan senapan XM16E1 (diberi nama M16), tapi senapan-senapan ini diberikan tanpa peralatan pembersihan yang memadai. Selain itu, AD Amerika Serikat juga gagal memproduksi peluru 5.56 mm yang sesuai spesifikasi pabrik, ditambah dengan dirubahnya komposisi bubuk mesiu yang digunakan. Amunisi 5.56 mm baru ini ternyata merusak isi senapan, dan karakteristik pembakarannya meningkatkan kemungkinan kemacetan M16.

Pada tahun 1966, XM16E1 sampai ke tangan tentara Amerika Serikat di Vietnam, dan mulailah muncul laporan-laporan tentang kerusakan dan kemacetan senapan M16. Walau M14 sudah memiliki laras dan kamar peluru yang dilapisi chrome, M16/XM16E1 tidak. Dengan adanya laporan-laporan tentang tentara yang mati karena kemacetan senjata, dimulailah investigasi oleh Konggres, yang hasilnya mempertanyakan kemampuan senapan dan peluru 5.56 mm.

Atas dasar investigasi itu, XM16E1 lalu dimodifikasi menjadi M16A1, yang sudah diberi lapisan chrome, dan disesuaikan dengan amunisi keluaran Angkatan Darat. Selain itu senapan-senapan baru ini juga sudah perangkat pembersihan. Angkatan Darat memesan 840.000 senapan baru ini pada tanggal 28 Februari 1967. Program pelatihan intensif juga dilakukan untuk melatih pembersihan senapan, dan sebuah buku manual berbentuk komik disebarkan ke para tentara.


Desain





Receiver M16 terbuat dari alumunium. Laras, bolt, dan bolt carriernya terbuat dari besi. Popor dan pegangannya terbuat dari plastik. Model-model awal M16 termasuk ringan, dengan berat 2,9 kg, ini jauh lebih ringan daripada senapan-senapan tahun 1950-an dan 1960-an. Dan juga lebih ringan dari AK-47 yang beratnya sekitar 5 kg. M16A2 dan varian-varian yang lebih baru beratnya bertambah, yaitu menjadi 3,9 kg.

Model-model terbaru (M16A4) memiliki desain receiver atas 'flat-top', dilengkapi dengan Picatinny mounting rail, yang membuat pemakai bisa memasang alat bidik biasa, maupun alat bidik optik seperti teleskop dan night vision.

source : wisbenbae.blogspot.com

Senin, 06 Februari 2012

Tips Agar Laptop Tidak Cepat Panas

 

Bagaimana cara menjaga laptop agar tidak cepat panas ? Berikut ini cara menjaga laptop agar tidak cepat panas :

1. Gunakan cooling pad
cara ini paling umum, tp pemakaian cooling pad kurang berpengaruh. cooling pad yg paling murah paling hanya menurunkan temperatur cpu 1-5C


2. Bersihkan kipas heatsink notebook dari debu
biasanya klo laptop udh lama dipake, maka debu akan numpuk di kipas & heatsink. debu akan menghalangi hembusan udara panas keluar, jadi cpu ente akan spt di gurun pasir. hehe ..


3 Ganti thermal paste CPU
stelah bersihkan heatsink dari debu, jangan lupa ganti thermal paste. Thermal paste tidak berfungsi untuk mendinginkan cpu secara aktif, melainkan membuat transfer panas dari CPU ke heatsink menjadi lebih bagus. klo ente ganti thermal paste tp heatsink berdebu atau kipas tidak berjalan normal, gak bakal efek.


4. Suhu Ruangan
suhu ruangan sangat berpengaruh thd panas laptop. Bagusnya sih nyalain laptop di tengah antartica kali ya..wkwkwk. Nah, karena ane pake laptop di ruangan non-AC, jadi ane ga bisa terlalu banyak berharap dari sini.


5. Undervolting
Nah, cara yg ini langsung mengurangi panas di CPU sndiri dengan menggunakan s/w dengan total biaya 0, Hasilnya bisa mengalahkan smua point di atas huehehehe Apa sih Undervolt itu?? undervolting adalah proses mengurangi voltase berlebih ke CPU dengan menggunakan software. Undervolting tidak mempengaruhi performance sama skali. yang mempengaruhi performance adalah overclock dan underclock. Undervolting tidak sama dengan underclocking zzz..Tidak semua prosesor sama, tiap model prosesor memiliki toleransi voltase yang berbeda. Tapi daripada repot2 menyetel voltase stabil terendah ke tiap chip, Intel memakai voltase standard yang stabil (dan tinggi) ke setiap chip. Masalahnya adalah voltase standard pabrikan sangat tinggi
(otomatis menambah tinggi temperatur cpu). Undervolting mencoba menyetel ke voltase stabil yang paling rendah

Proses undervolting memang memakan waktu, karena kita harus mencari voltase stabil terendah untuk tiap2 multiplier di CPU. Multiplier berhubungan dengan teknologi speedstep, daripada cpu bekerja full power tiap saat, multiplier digunakan untuk mengatur clock cpu secara dinamik (tanda multiplier: 6x, 7x, 8x dst). Tp klo udh dpt voltase stabilnya.

source : sukague.com

Tips-Tips Memilih Laptop

Saat ini perkembangan teknologi informasi semakin berkembang dan pesat. Sumber informasi melalui internet juga menjadi faktor utama yang mendukung perkembangan teknologi. Termasuk didalamnya ialah keberadaan laptop yang memudahkan kita dalam melakukan aktivitas di dunia maya sebagai pengganti komputer. Selain bisa dibawa kemanapun, dengan laptop aktivitas kita akan dimudahkan disamping bentuk yang simpel dan berbagai macam fitur yang ditawarkan oleh laptop itu sendiri.
sukague.com
Perkembangan jejaring sosial serta kebebasan orang untuk mengakses internet via wifi di ruang publik seperti mall, cafe, sekolah, kampus dan area internet lainnya mendorong orang untuk membeli laptop. Perlu diketahui banyak ragam dan jenis, tipe serta merk yang ditawarkan oleh produsen laptop dengan berbagai fitur-fitur yang menarik, oleh sebab itu kita harus cermat memilih laptop sesuai dengan kebutuhan kita mengingat laptop bukanlah barang yang murah. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika hendak membeli sebuah laptop :

1. Tentukan kegunaan dan fungsi laptop jika anda akan membelinya, pastikan apakah laptop nantinya berfungsi untuk mengajar, membuat program, mendesain, bermain game, sebagai developer sistem, aktivitas diluar kantor, atau kegiatan ringan seperti browsing dan chatting. Ada beberapa yang harus dicermati menurut fungsinya :

- Jika laptop hanya digunakan untuk penunjang sarana mengajar seperti hanya untuk pengetikan, pengolahan data, office program yaitu word, powerpoint, presentasi dan lain-lain, maka sebaiknya laptop memiliki prosessor intel celeron dan RAM 128 MB keduanya sudah dapat memadai aktivitas tersebut.
- Jika anda seorang programmer, desain grafis atau gamers sejati yang harus diperlukan laptop yang menitikberatkan pada kartu VGA (Video Graphics Array) dan memori yang handal. Gunakan laptop dengan kemampuan lebih tinggi dapat memilih dengan teknologi multi core dan berarsitektur 64 bit.
- Laptop untuk seorang developer biasanya menggunakan aplikasi software developing oleh sebab itu membutuhkan resource yang cukup tinggi, selain disarankan untuk menggunakan teknologi multi core dan arsitektur 64 bit anda harus mempertimbangkan prosessor dan memori yang memiliki spesifikasi sangat tinggi karena aplikasi dan developing memiliki tools yang sangat banyak memakan memori.
- Laptop hanya untuk dibawa berpergian, kegiatan mobile, melakukan aktivitas sehari-hari seperti kegiatan browsing, chatting, sebaiknya lebih memilih laptop para perangkat yang mampu bertahan lama seperti pada umur baterai, beban berat laptop, ukuran layar, dan fitur internal koneksi seperti modem, bluetooth, kabel data, WiFi serta webcam.

2. Pilihlah laptop dengan merk yang sudah terkenal atau branded, hal ini juga dapat menjadi referensi karena biasanya merk identik dengan kualitas yang ditawarkan oleh pembeli.

3. Mencari referensi harga, hal ini dapat dilakukan dengan cara browsing atau website toko yang menyediakan situs untuk layanan online dalam menentukan harga, fungsinya untuk menyesuaikan dengan dana dan kebutuhan laptop yang diinginkan. Selain itu sebagai tolak ukur saat membeli laptop.

4. Pertimbangkan layanan purna jualnya, hal ini mengingatkan anda yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan sebagai masukan bila laptop ingin di jual kembali dan mengganti spesifikasi lebih baik lagi dari sebelumnya. Yang perlu diperhatikan yaitu layanan garansi, tempat service resmi serta tempat yang memiliki jaringan layanan luas. Kemudahan memproleh spare part sehingga kita dapat mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi sesuatu dengan laptop kita dan mudah mendapatkannya, lalu harga jual bekasnya pun tetap tinggi dengan memilih laptop merk terkenal sehingga jika dijual kembali akan tetap tinggi.

Itulah beberapa yang harus dicermati bagi kita yang akan memilih dan membeli laptop, sehingga tidak menyesal jika barang kita beli nantinya mengecewakan kita sendiri. Semoga tips ini bermanfaat bagi anda yang ingin membeli laptop.

source : sukague.com

Rabu, 01 Februari 2012

Kawasaki Lebih Disegani Di Jepang?

Hari ini berkesempatan ngobrol-ngobrol dengan orang Jepang salah satu Presdir perusahaan heavy industri. Banyak topik kita bicarakan hingga akhirnya mengarah kemotor….


Kita membahas Honda, Yamaha, Kawasaki serta Suzuki. Dalam pandangan beliau…..Honda adalah motor terlaris diseluruh dunia. Kemudian Yamaha…merupakan pabrikan yang konsisten sebagai peracik motor cc kecil antara 100 – 170cc. Sedang Suzuki….tidak ada komentar khusus yang diungkapkan. Sementara Kawasaki??…ini nih yang membikin IWB mengerutkan dahi……




Dalam kacamata orang Jepang…nyaris mayoritas mengatakan bahwa untuk motor besar produksi masal yang terbaik adalah Kawasaki. Begitu pula yang diungkapkan oleh Mr. Nakamura. Beliau mengatakan “ Kawasaki bagus. Engine dan sasis is number one..” ujarnya memakai bahasa Indonesia campur Inggris. Karena penasaran IWb tanya…” apa alasan bagus dimata beliau??”. Jawabannya….” DiJepang…big bike always Kawasaki..!!  Fast dan good quality!!…tegasnya….

Hhhmm…menarik atas fakta yang kita temui dari statement diatas. Patut diketahui…Mr. Nakamura bekerja diperusahaan yang tidak ada hubungannya dengan hingar-bingar industri otomotif. Jadi bisa dijamin opini tidak ada distorsi kepentingan. Praktis…sudah dua kali IWB menemui dua orang besar warga Jepang memberikan nilai plus kepada Kawasaki. Yang pertama Mr. Ito dan sekarang Mr. Nakamura. Tapi pertanyaannya…..kenapa prestasi genk ijo dikancah balap dunia tidak secemerlang Honda dan Yamaha???

source : iwanbanaran.wordpress.com

Senin, 30 Januari 2012

Atasi Kawasaki Athlete Lemot? Coba Geser Timing Pengapian

Tak sedikit yang merasa tunggangan buatan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ini, tenaga bawahnya terasa lemot alias lamban. Salah satu yang merasakan Eko Hendarto. “Bawahnya kurang bertenaga, kalau atasnya sih lumayan,” ujarnya.

Efeknya, selain kurang mantap saat stop & go di kemacetan, ketika akan menyalip pun jadi was-was. Konsekuensinya, agar bisa lari kencang mesti putar gas dalam-dalam, konsumsi bensin pun jadi cukup boros.

Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4


Tak ingin terus-terusan dirongrong masalah, Eko, sapaannya, pun cari solusi. Bukan menjual lalu ganti tipe, namun konsultasi dengan salah satu pawang Athlete. Tepatnya ke Dedi Hasibuan, salah satu mekanik bengkel Sumber Jaya Motor (SJM), yang berada di Jl. Palmerah Utara No.96B, Jakbar.

“Obat murahnya ada kok, cukup majukan timing pengapian, biar tenaga dan torsi geser ke putaran lebih rendah, tentunya jadi lebih gesit dan irit,” ujar Dedi, sapaan akrabnya.

Masih kata Dedi, memajukannya pun tak harus ganti CDI programmable. Cukup geser pick-up pulser yang ada di magnet. Bagaimana caranya? Yuk simak terus!

Pertama kuras oli mesin. Lalu buka 9 baut bak magnet pakai kunci T8 (gbr.1). Dilanjutkan melepas mur magnet, “Pakai kunci khusus penahan magnet dan ring 17 (gbr.2),” lanjut pria asli Medan, Sumut ini.

Setelah lepas, baru cabut magnetnya, pakai tangan kosong jelas enggak bisa, harus mengandalkan trekker dan penahan magnet (gbr.3). “Pelan-pelan saja biar drat enggak rusak,” wanti mekanik ramah ini.

Gbr 5

Magnet berhasil lepas? Sekarang konsentrasi tertuju pada magnet, tepatnya pada pick-up pulser. Untuk mempercepat waktu pengapian, bagian depan pick-up mesti ditambah, sedang belakang dipotong.

“Cukup tambah bagian depan 5 mm, dan kurangi belakang 5 mm juga (gbr.4), sehingga panjangnya tetap seperti standar,” lanjut Dedi sambil bilang mengukurnya pakai sigmat. Jika dikonversi dalam derajat, timing-nya geser berapa ya Bos? “Wah belum dihitung nih,” sahutnya. Oke deh, lanjut!

Penambahan dilakukan dengan las listrik, sedang mengurangi dan merapikan menggunakan gerinda (gbr.5). Jika semua sudah kelar, maka pasang kembali magnet dengan kebalikan langkah pembongkaran. “Oh iya, semua proses paling hanya butuh waktu sekitar satu jam, untuk gambaran biayanya berkisar Rp 50 ribu,” sambar Yoewono Wijaya, pemilik SJM.

Wah, jadi responsif dan irit!

source : motorplus.otomotifnet.com

Upgrade Peforma Kawasaki Athlete, Biar Gak Lelet

Secara penampilan, Athlete tergolong sangat futuristik dan sporti. Fitur yang ditawarkan pun oke. Gimana performa mesinnya? “Bawahnya lelet banget,” ujar Indra Fauzi, penunggang Athlete yang warga Cilandak, Jaksel. Hal sama diutarakan beberapa pembesut bebek 125 cc ini di email Mr. Testo (mr.testo10@gmail.com) dan alamat facebooknya (Tester Otomotif).




Mr. Testo pun mencari bengkel yang biasa garap bebek PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ini. Ketemulah bengkel Sumber Jaya Motor (SJM) di Jl. Palmerah Utara No.96B, Jakbar.

Demi mengetahui hasil ubahannya, salah satu contoh garapan, yang juga milik Indra dites pakai dynamometer Dyno Jet tipe 250i milik Sportisi Motorsport yang berada di Jl. Tenggiri No.4A Rawamangun, Jaktim.

Hasilnya, tercatat tenaga jadi 10,02 dk/8.500 rpm dan torsi 9,04 Nm/5.400 rpm. Artinya naik 2,8 dk dan 2,94 Nm dari standarnya yang hanya 7,4 dk/8.000 rpm dan 6,1 Nm/6.000.

Grafik torsinya bergeser ke rpm lebih rendah, sehingga bawahnya tak lelet lagi. Tapi sayang pada rpm menengah grafiknya menurun. “Cuma perlu setting ulang karbu, tengahnya terlalu basah,” wanti Wahyu Dwinanto, kepala bengkel Sportisi. Ini ubahannya:

Blok Silinder

Pembesaran volume silinder dengan mengganti Piston bawaan motor yang berdiameter 56 mm pakai milik Honda Sonic oversize 100, diameternya 59 mm. Kini jadi 138,3 cc. Pemasangan tinggal dikorter, “Sebab boring asli motor cukup tebal,” ujar Dedi Hasibuan, mekanik SJM.

Kepala Silinder
Saluran in dan ex di-porting & polish. “Dibikin agar hambatan seminim mungkin,” lanjut Dedi. Lalu untuk meningkatkan rasio kompresi, dilakukan pembubutan 0,5 mm.

Noken As & Per Klep
“Durasinya sedikit diubah agar pasokan kian melimpah, dengan mengurangi daging bagian pantat,” lanjut mekanik ramah ini. Sayang saat ditanya lebih lanjut soal durasi dan lift, Dedi mengaku lupa.

Karena angkatan sudah lebih tinggi, agar tak floating per klep diganti pakai milik Honda Sonic, yang diyakini punya kekauan lebih tinggi dibanding bawaan motor.

Karburator
Dipakai yang berventuri lebih besar, milik Yamaha RX-King. Pemasangannya perlu mengganti intake manifold. “Cukup pakai produk variasi, yang penting diameter cocok,” lanjutnya.

Knalpot
Agar performa kian maksimal, saluran gas buang harus plong, maka dipilih tipe freeflow.

Pengapian
Agar mendukung pembakaran yahud, magnet dibubut 1 mm sehingga putaran mesin makin ringan, kedua mengganti CDI dengan produk aftermarket, yang punya kurva pengapian lebih advance dan limiter tinggi.

Lalu koil pakai milik Yamaha Scorpio yang dimodif pakai ground. Digabung cop busi berhambatan rendah milik Bajaj Pulsar.

Kopling
Agar tenaga tersalur sempurna, perangkat pemutus-nyambung putaran mesin dimodif. Pertama dibikin manual, lalu per kopling bawaan motor yang aslinya hanya 4 buah dijadikan 6 buah. “Kopling jadi berat namun tak ada gejala selip,” ujar Dedi lagi.

source : motorplus.otomotifnet.com